REVIEW & IKLAN. HUB: 085740577460. SALAM SUKSESS !!

Belajar Mengenal Kelompok Sasaran Pasar

12243962_1233983633284494_1110598603_n

Ini mungkin pelajaran yang jarang dibahas di media-media. Mungkin saat ini media-media bergenre bisnis yang kita temukan banyak menyajikan berita bisnis yang inspiratif namun jarang memberi edukasi untuk hal-hal yang bersifat dasar, khususnya soal pengetahuan segmentasi pasar. Baiklah.., bila pada artikel sebelumnya penulis lebih sering memberikan contoh peluang usaha mapun bisnis, maka pada kali ini kita akan mengenal tentang kelompok sasaran pasar terhadap suatu bisnis atau usaha. Lebih tepatnya, pengelompokan segmentasi pasar berdasar tingkatan ekonomi konsumen.

“Bila kita ingin laba besar dengan modal rendah, maka bukalah usaha yang sasaran pasarnya adalah kalangan menengah ke atas”. Maksudnya adalah, meskipun sebuah usaha kecil tapi konsumennya datang dari kalangan konsumtif khususnya kalangan menengah ke atas, maka akan lebih mudah dalam mengeruk laba. Tak bisa dipungkiri bahwa menyasar pasar kalangan menengah ke atas lebih punya potensi untuk soal daya beli.

Ya tentu saja, kalangan menengah ke atas lebih mudah dibidik untuk dijadikan konsemen. Terlebih untuk kalangan yang memang konsumtif. Dalam mendirikan usaha, tentunya segementasi pasar sangat menjadi pertimbangan. Suatu contoh, bandingkan antara warung makan yang sama-sama sederhana dan kecil, “yang satu tempatnya bersih dengan pelayanan ramah dan yang satu tempatnya biasa saja dengan sedikit sampah berserakan di bawah dan penjual yang menyajikan makanan sambil memegang rokok”. Ini hanya sekedar perumpamaan saja.

Dan tentunya konsumen dari kalangan menengah ke atas tentunya cukup peduli dengan pelayanan dan kebersihan sebuah tempat makan. Bisa kita simpulkan langsung bahwa sebuah usaha meskipun kecil, punya daya tarik bagi kalangan-kalangan tertentu. Maka sebelum Anda membuka usaha, paling tidak Anda bisa mengira-ngira kalangan mana yang akan jadi konsumen paling potensial.

Kelompok segmentasi pasar juga bisa dipengaruhi oleh lokasi usaha. Misal, usaha makanan yang dibuka di dalam mall, sudah secara otomatis punya segmentasi pasar orang-orang berduit. Dan usaha warung tenda sederhana di pinggir jalan, tentu segmentasinya beda lagi.

Tak hanya pada usaha makanan saja, dalam kita membuat sebuah produk juga berlaku hal yang kurang lebih sama. Misal Anda membuat kerajinan tas sekolah dengan harga jual ke konsumen 50.000, maka sudah bisa Anda bayangkan kalangan mana yang akan jadi konsumennya nanti. Sama juga halnya pengrajin tas yang membuat tas kulit degan harga hingga 500.000 bahkan lebih, tentu sudah ketahuan kalangan mana yang akan jadi konsumennya.

Pada kesimpulannya adalah, mengetahui segmentasi pasar sangat penting sebelum kita memulai usaha. Ini agar kita bisa paham kelompok-kelompok konsumen mana yang akan kita tuju. Potensi kelompok konsumen biasanya sangat dipengaruhi karakter sebuah kota. Kota yang maju pembangunannya, bisa dipastikan kelompok kalangan menengah ke atas lebih banyak. Dan sebaliknya, kota kecil yang biasa-biasa saja pembangunnya, tentu sudah bisa dibayangkan bagaimana potensi pasar disana. Semoga bermanfaat.Ahmad

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *