REVIEW & IKLAN. HUB: 085740577460. SALAM SUKSESS !!

Manajeman Sumber Modal yang Cukup Simpel

Mr. A : Usaha apa yang cocok untuk saya om?
Mr. B : banyak..!
Mr. A : Apa donk…
Mr. B : Kamu mampunya bidang usaha apa?
Mr. A : Dagang saya bisa.. om
Mr. B : Ya udah segera action, pilih usaha dagang yang mudah
Mr. A : Tapi, saya tidak punya modal om.. !
Mr. B : Saya… punya banyak…, mau gak?
Mr. A : Mau om,… mana om…
Mr. B : Ini dia… baca yang berikut ini…

Hutang baik atau hutang buruk

Mungkin sebagian kita, pernah dengar istilah tersebut, ya, “hutang baik atau hutang buruk”. Bagi kita yang sedang mencari smber modal, hal termudah untuk mendapatkannya adalah dengan mengajukan pinjaman ke bank maupun berhutang dengan kerabat dekat. Akan tetapi, banyak orang mungkin takut berhutang, karena takut tidak mampu bayar.

Ya, ini adalah ketakutan yang sifatnya relatif yang dialami oleh banyak orang. Namun hutang yang dipakai untuk membuka usaha, tentu bukan hutang yang buruk, terkecuali kita berhutang untuk meningkatkan gaya hidup seperti untuk membeli mobil, motor, gadget dan lain sebagainya.

Jadi sederhanakanlah cara berfikir kita bahwa hutang untuk membuka usaha itu bukan sesuatu hal yang buruk, toh uang yang kita pijam kita pake untuk membangun sebuah aset yang nantinya nilainya akan terus meningkat, jadi tidak perlu takut untuk meminjam modal. Yang terpenting, kekolalah modal yang kita pinjam dengan baik, dan jangan gunakan modal tersebut untuk keperluan pribadi.

Modal cepat atau modal lambat

Ilustrasi, “di daerah A samping kiri kampus terkenal terdapat banyak kos-kosan, dan daerah B adalah samping kanan dari kampus terkenal tersebut, dengan kondisi yang sama yakni banyak kos-kosan. Di daerah A mulai dibuka bisnis laundry yang berjalan dengan baik, dan bisa diperkirakan, usaha laundry juga akan cukup efektif dan laku bila dibuka di daerah B seiring dengan tumbuhnya populasi pendatang khususnya mahasiswa. Mr. X berencana membuka usaha di daerah B, namun dilematis saat mencari alternatif modal usaha, yakni antara menabung atau meminjam modal”. Dari kasus tersebut, tentu setiap kita memiliki cara penyelesaian yang berbeda-beda, mungkin akan menabung dulu, atau langsung meminjam ke bank atau meminjam kepada sanak saudara.

Perlu diketahui bahwa pertumbuhan sebuah daerah/kota terkadang lebih cepat dari pada pertumbuhan nilai gaji kita dari tempat bekerja. Mungkin saat ini katakanlah harga sewa tempat seperti toko adalah 3 juta pertahun, namun bayangkan bila daerah tumbuh cukup pesat dimana populasi penduduk meningkat dan banyak jenis usaha yang berdiri, maka secara otomatis, harga sewa atau harga tanah dan bangunan di daerah tersebut, nilainya juga akan cepat naik. Maka bisa kita banyangkan betapa nilai gaji kita akan sulit mengejar tingginya angka atau nilai sewa sebuah bangunan untuk usaha.

Jadi bisa kita sikapi sesuai kebijakan kita, antara mengumpulkan modal terlebih dahulu, atau mengajukan pinjaman ke bank. Keputusan terbaik tentunya, kita sendirilah yang menentukan.

Spekulasi harta benda

Sebuah peluang usaha tentunya akan menjadi tulisan dan angan semata, bila tidak segera kita ambil. Dan untuk mendapatkan sebuah hasil yang besar, tentu harus ada pengorbanan yang nilainya setimpal. Tiap orang tentu memiliki harta benda yang punya nilai ekonomis tinggi, dan ini bisa digunakan sebagai senjata yang masuk akal untuk mendapatkan modal. Mobil bisa kita down grade dengan yang lebih murah, motor juga demikian bisa kita tukan dengan yang lebih rendah nilainya untuk mendapatkan uang sisanya sebagai modal. Kalaupun tidak ditukar dengan yang lebih murah, sertifikatnya atau Bukti Kepemilikannya bisa kita gunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman.

Saat berhutang mungkin kita akan takut terbebani saat membayar cicilan, akan tetapi aset yang kita bangun tentunya lebih besar dan akan terus meningkat dibandingkan nilai uang yang kita pinjam. [Rudi]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *