REVIEW & IKLAN. HUB: 085740577460. SALAM SUKSESS !!

Tips dan Cara Memilih Bisnis Rumahan Makanan

Bisnis Rumahan Makanan
Sebagian besar ibu rumah tangga maupun kaum perempuan, tentu akan responsif ketika melihat peluang usaha makanan yang nampak potensial untuk dibidik. Bisnis rumahan makanan pun menjadi pilihan bagi beberapa kaum ibu rumah tangga maupun wanita kreatif yang tak mau ketinggalan dalam rangka membidik banyak rupiah meski dari rumah sendiri.

Sayangnya, mungkin tak semua ibu rumah tangga cukup mampu bergerak cepat dalam mengambil peluang yang ada. Banyak kendala yang dialami para ibu untuk berbisnis, diantaranya adalah ketidaktahuan mengenai pasar yang akan dibidik, tidak tahu makanan apa yang cocok untuk dijual, hingga tak terbiasa dengan dunia marketing yang kental dengan kreatifitas dan kerja keras.

Untuk memulai bisnis rumahan makanan sebenarnya tidak terlalu rumit, hanya butuh sedikit pengetahuan tentang makanan serta trend pasar yang sedang berkembang di suatu lokasi untuk segmen makanan. Berikut adalah step by step untuk memulainya.

1. Menentukan pasar

Berbisnis itu butuh konsumen, dan posisi konsumen yang akan kita tuju haruslah jelas, apakah orang di sekitar rumah kita, orang satu kelurahan, satu kecamatan, atau bahkan satu propinsi pun mungkin saja bisa kita kuasai. Pasar yang dibidik haruslah jelas, agar kita tahu betul konsumen seperti apa yang akan menkonsumsi produk makanan yang kita jual.

Beberapa ibu rumah tangga mungkin akan lebih suka membidik konsumen di sekitar rumah atau lokasi-lokasi terdekat, lantaran lebih parktis dan tidak repot. Bisnis seperti katering, membuat kue basah dan kering pun sering dipilih lantaran cukup mudah membautnya dan cukup laku di pasaran.

2. Memilih jenis makanan

Semua makanan tentu memiliki pasar yang sama-sama bagus untuk dibidik, namun tentunya jenis makanan yang akan kita pilih haruslah sesuai dengan pasar yang akan dibidik serta disesuaikan pula dengan kemampuan pribadi dalam mengolah suatu jenis makanan.

Pilihlah jenis makanan yang kita kuasai dalam pembuatannya dan uji pula kemapuan menciptakan makanan yang enak lewat testimoni dari para tetangga maupun orang terdekat. Kalau pun kita tak cukup mampu membuat makanan sendiri, bisa juga memilih usaha praktis, misalnya membeli makanan ringan seperti keripik di grosir dalam jumlah tertentu, dan mengemas ulang dengan label sendiri.

Ini tentu akan jauh lebih praktis ketimbang memproduksi sendiri. Namun pertimbangkan pula bila banyak komoditas / bahan baku murah di sekitar kita namun fungsinya belum terlalu optimal, misalnya singkong, ubi jalar, talas, kentang dan lain-lain. Kesemuanya punya potensi bagus untuk dioelah menjadi keripik atau makanan jenis lainnya.

3. Perencanaan usaha dan modal

Dalam aktifitas bisnis rumahan makanan khususnya aktifitas produksi maupun pengepakan, tentu butuh sejumlah biaya. Dan biaya bisa kita rencanakan sesuai dengan kemampuna permodalan dan modal. Pasar yang hendak dituju pun harus jelas dan terencana dengan baik.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *